Sejarah Perkembangan Ilmu Fisika
Sejarah fisika merupakan salah satu sejarah keilmuan yang dimulai dari kegiatan penelitian ilmiah untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Pengembangan sejarah fisika berlangsung secara lintas bangsa. Awal perkembangan sejarah fisika tidak diketahui dengan pasti. Pada zaman prasejarah , manusia mengenal fisika dari unsur-unsur alam yang meliputi api, air, dan tanah untuk mempertahankan keberlangsungan hidup. Selanjutnya, manusia mulai mengenal berbagai jenis logam yang diawali dengan penemuan perunggu. Pengetahuan bahan-bahan yang paling awal ini kemudian dikembangkan oleh peradaban kuno, antara lain peradaban Mohenjo- Daro (India-Pakistan), peradaban Asyur ( asia barat), peradaban Mesir kuno (sungai nil), peradaban Cina kuno , Peradaban Andes (pegunungan andes, Amerika Tengah), peradaban maya ( Amerika Tengah) dan peradaban Aztek ( mexsico). Sejarah fisika kemudian berlanjut pada masa Yunani Kuno melalui ilmu filsafat dan dilanjutkan oleh para cendekiawan muslim pada zaman kejayaan islam. Sejarah fisika memasuki masa fisika klasik setelah pengetahuan fisika dari cendekiawan Muslim menyebar ke Eropa melalui Andalusia di Spanyol dan melalui Semenanjung balkan.
Sejarah Perkembangan Ilmu Fisika menurut dua ahli :
1.11. Menurut Richtmeyer (1955), sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:
· Periode Pertama
Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550-an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik.
· Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian.
· Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.
· Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).
2. Menurut Boer Jacob (1968) perkembangan sejarah fisika dibagi ke dalam 5 periode yaitu:
· Periode Pertama
(Antara zaman purbakala s.d. 1500) Belum adanya eksperimen yang sistematis dan kebebasan dalam mengadakan percobaan.
· Periode Kedua
. (Sekitar 1550 – 1800) Perkembangan Fisika berdasarkan Metode Eksperimen yang dapat dipertanggung jawabkan, diakui, dan diterima sebagai persoalan yang ilmiah.
· Periode Ketiga
(Periode singkat, 1800 – 1890) Berkembangnya Fisika Klasik yang meletakkan dasar fisika kuantum.
· Periode Keempat
(Tahun 1887 s.d. 1925) Adanya fenomena mikroskopis (elektron dll). Teori Klasik semi moderen, Teori Kuantum masih terkait fisika klasik (the old quantum mechanics).
· Periode Kelima
(Tahun 1925 s.d. sekarang) Fenomena mikroskopis revolusioner, dibuat teori baru yang tidak terkait Fisika Klasik (The new quantum mechanics).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar