Selasa, 20 Juni 2023

Konsep Pembelajaran Fisika

 Konsep Pembelajaran Fisika




Pembelajaran fisika merupakan suatu pembelajaran tentang gejala dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari dapat ditinjau melalui kegiatan seperti pengalaman, observasi dan eksperimen yang dilandasi sikap ilmiah untuk meningkatkan keterampilan proses sains.

Dalam pembelajaran fisika diperlukan pemahaman dan penguasaan materi terutama teori. Suatu teori dalam fisika harus dapat diperiksa kebenarannya dengan eksperimen, yang harus memberi hasil yang sama dalam batas ketelitiannya bila diulang pada keadaan yang sama, seperti teori yang lebih khusus.

Belajar fisika tidak sama dengan belajar ilmu bahasa maupun pengetahuan sosial dikarenakan fisika mempunyai karakteristik/ciri tertentu yang membedakannya dengan mata pelajaran lain. Ciri tersebut antara lain:

  1. Objek penbicaraannya abstrak
  2. Pembahasannya mengandalkan tata nalar
  3. Pengertian/konsep atau pernyataan/sifat sangat jelas berjenjang sehingga terjaga konsistensinya
  4. Melibatkan perhitungan/pengerjaan (operasi)
  5. Dapat dialihgunakan dalam berbagai aspek keilmuan maupun kehidupan sehari-hari

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya proses belajar fisika itu ialah, seperti faktor kecerdasan, faktor belajar, faktor sikap, faktor fisik, faktor emosi dan sosial, faktor lingkungan, serta faktor guru.


Konsep materi fisika yang menggunakan konsep matematika antara lain:

1. Pengukuran

Materi yang berhubungan dengan pengukuran yaitu yang membahas tentang alat ukur seperti alat ukur panjang, alat ukur massa, dan alat ukur waktu serta membahas tentang besaran yang dibedakan menjadi arah (besaran skalar dan besaran vektor) dan dimensi (besaran pokok dan besaran turunan).

2. Pemuaian

Materi yang berhubungan dengan pemuaian yaitu yang membahas tentang zat padat, cair, dan gas.

3. Kalor

Materi yang berhubungan kalor yaitu yang membahas tentang mengubah wujud misalnya menguap, serta membahas tentang mengubah suhu benda yang mengakibatkan titk didih dan titik lebur yang menyebabkan kalor jenis, kalor uap, dan kalor lebur.
Tujuan pembelajaran fisika yang berakar dari hakikat fisika memiliki implikasi bagi pelaksanaan pembelajaran fisika yaitu membantu siswa membangun pengetahuan fisika, membantu siswa membangun kemampuan penyelesaian masalah, dan mengenalkan siswa pada budaya ilmiah. Artikel ini mengkaji tentang pemahaman konsep dan penyelesaian masalah dalam konteks pembelajaran fisika. Model dan strategi pembelajaran terkait pemahaman konsep serta penyelesaian masalah juga dikaji. 
Media pembelajaran yang digunakan guru bermacam-macam. Salah satu media yang umumnya digunakan oleh guru di dalam kelas ialah media visual berupa slide show. Media visual banyak digunakan guru karena pembuatannya cukup sederhana dan mudah. Akan tetapi media slide yang disajikan tidak bergerak memiliki kekurangan. Kekurangan slide yang tidak bergerak antara lain daya tariknya kurang dan tidak sekuat dengan film atau video sehingga terkadang siswa merasa ngantuk jika terlalu lama. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika ialah menggunakan media pembelajaran dalam bentuk audio-visual atau video. Media pembelajaran video merupakan salah satu media pembelajaran dalam bentuk gambar yang bisa bergerak serta dilengkapi dengan suara untuk mempermudah penyampaian informasi. Media video umumnya digemari siswa saat ini. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan siswa yang sering menonton film. Media video memiliki kelebihan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Kelebihan dalam ranah kognitif antara lain dapat digunakan untuk menunjukkan contoh dan cara bersikap atau berbuat dalam suatu penampilan, khususnya yang menyangkut interaksi siswa. Kelebihan dalam ranah afektif antara lain dapat menjadi media yang sangat baik dalam pengaruhnya terhadap sikap dan emosi. Kelebihan dalam ranah psikomotor antara lain dapat memperlihatkan contoh keterampilan yang menyangkut gerak, baik dengan cara memperlambat maupun mempercepat gerakan yang ditampilkan. Media video dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif. Media video mempunyai daya tarik yang sangat tinggi, hal ini tidak terlepas dari sajiannya yang menampilkan video berupa gambar yang disertai suara, sehingga indera penglihatan dan pendengaran ikut terangsang. Dengan media video siswa lebih mudah memverbalkan konsep fisika yang sedang dipelajarinya. Karena media pembelajaran video dapat memotivasi siswa untuk lebih tertarik pada mata pelajaran fisika, memiliki beberapa kelebihan diantaranya mengatasi jarak dan waktu, pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat, mengembangkan pikiran dan pendapat siswa, memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistik . Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media video kejadian fisika. Media video kejadian fisika berisi tentang peristiwa-peristiwa yang mengandung konsep-konsep fisika sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran fisika.
Media video kejadian fisika dalam pembelajaran fisika yakni melalui media video yang mengandung konsep fisika, diharapkan siswa dapat menguasai konsep fisika yang bersifat verbal dan melalui media ini siswa juga dapat mengetahui proses atau peristiwa fisika yang terjadi, dengan demikian pembelajaran nantinya dapat membuat siswa menggunakan kemampuannya secara optimal berdasarkan tayangan video kejadian fisika tersebut dan siswa menjadi lebih termotivasi pada pelajaran fisika. Selain itu dengan video kejadian fisika ini diharapkan dapat membuat siswa menjadi aktif bertanya, menjawab pertanyaan guru, berdiskusi dan sebagainya, sehingga memenuhi aspek aktif. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa antara sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan media video kejadian fisika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

LISTRIK STATIS

 LISTRIK STATIS A. Pengertian Listrik Statis      Listrik statis adalah keadaan di mana muatan listrik terakumulasi pada suatu objek tanpa m...