Konsep Pembelajaran Fisika
Dalam pembelajaran fisika diperlukan pemahaman dan penguasaan materi terutama teori. Suatu teori dalam fisika harus dapat diperiksa kebenarannya dengan eksperimen, yang harus memberi hasil yang sama dalam batas ketelitiannya bila diulang pada keadaan yang sama, seperti teori yang lebih khusus.
Belajar fisika tidak sama dengan belajar ilmu bahasa maupun pengetahuan sosial dikarenakan fisika mempunyai karakteristik/ciri tertentu yang membedakannya dengan mata pelajaran lain. Ciri tersebut antara lain:
- Objek penbicaraannya abstrak
- Pembahasannya mengandalkan tata nalar
- Pengertian/konsep atau pernyataan/sifat sangat jelas berjenjang sehingga terjaga konsistensinya
- Melibatkan perhitungan/pengerjaan (operasi)
- Dapat dialihgunakan dalam berbagai aspek keilmuan maupun kehidupan sehari-hari
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya proses belajar fisika itu ialah, seperti faktor kecerdasan, faktor belajar, faktor sikap, faktor fisik, faktor emosi dan sosial, faktor lingkungan, serta faktor guru.
Konsep materi fisika yang menggunakan konsep matematika antara lain:
1. Pengukuran
Materi yang berhubungan dengan pengukuran yaitu yang membahas tentang alat ukur seperti alat ukur panjang, alat ukur massa, dan alat ukur waktu serta membahas tentang besaran yang dibedakan menjadi arah (besaran skalar dan besaran vektor) dan dimensi (besaran pokok dan besaran turunan).
2. Pemuaian
Materi yang berhubungan dengan pemuaian yaitu yang membahas tentang zat padat, cair, dan gas.
3. Kalor
Materi yang berhubungan kalor yaitu yang membahas tentang mengubah wujud misalnya menguap, serta membahas tentang mengubah suhu benda yang mengakibatkan titk didih dan titik lebur yang menyebabkan kalor jenis, kalor uap, dan kalor lebur.
Tujuan pembelajaran fisika yang berakar dari hakikat fisika memiliki implikasi bagi pelaksanaan pembelajaran fisika yaitu membantu siswa membangun pengetahuan fisika, membantu siswa membangun kemampuan penyelesaian masalah, dan mengenalkan siswa pada budaya ilmiah. Artikel ini mengkaji tentang pemahaman konsep dan penyelesaian masalah dalam konteks pembelajaran fisika. Model dan strategi pembelajaran terkait pemahaman konsep serta penyelesaian masalah juga dikaji.
Media pembelajaran
yang digunakan guru bermacam-macam.
Salah satu media yang umumnya
digunakan oleh guru di dalam kelas ialah
media visual berupa slide show. Media
visual banyak digunakan guru karena
pembuatannya cukup sederhana dan
mudah. Akan tetapi media slide yang
disajikan tidak bergerak memiliki
kekurangan. Kekurangan slide yang
tidak bergerak antara lain daya tariknya
kurang dan tidak sekuat dengan film atau
video sehingga terkadang siswa merasa
ngantuk jika terlalu lama.
Salah satu cara yang dapat
digunakan dalam pembelajaran fisika
ialah menggunakan media pembelajaran
dalam bentuk audio-visual atau video.
Media pembelajaran video merupakan
salah satu media pembelajaran dalam
bentuk gambar yang bisa bergerak serta
dilengkapi dengan suara untuk
mempermudah penyampaian informasi.
Media video umumnya digemari siswa
saat ini. Hal ini tidak terlepas dari
kebiasaan siswa yang sering menonton
film. Media video memiliki kelebihan
dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Kelebihan dalam ranah
kognitif antara lain dapat digunakan
untuk menunjukkan contoh dan cara
bersikap atau berbuat dalam suatu
penampilan, khususnya yang
menyangkut interaksi siswa. Kelebihan
dalam ranah afektif antara lain dapat
menjadi media yang sangat baik dalam
pengaruhnya terhadap sikap dan emosi.
Kelebihan dalam ranah psikomotor
antara lain dapat memperlihatkan contoh
keterampilan yang menyangkut gerak,
baik dengan cara memperlambat maupun
mempercepat gerakan yang ditampilkan. Media video dapat digunakan
sebagai media pembelajaran yang
efektif. Media video mempunyai daya
tarik yang sangat tinggi, hal ini tidak
terlepas dari sajiannya yang
menampilkan video berupa gambar yang
disertai suara, sehingga indera
penglihatan dan pendengaran ikut
terangsang. Dengan media video siswa
lebih mudah memverbalkan konsep
fisika yang sedang dipelajarinya. Karena
media pembelajaran video dapat
memotivasi siswa untuk lebih tertarik
pada mata pelajaran fisika, memiliki
beberapa kelebihan diantaranya
mengatasi jarak dan waktu, pesan yang
disampaikannya cepat dan mudah
diingat, mengembangkan pikiran dan
pendapat siswa, memperjelas hal-hal
yang abstrak dan memberikan penjelasan
yang lebih realistik . Salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah dengan menggunakan
media video kejadian fisika. Media
video kejadian fisika berisi tentang
peristiwa-peristiwa yang mengandung
konsep-konsep fisika sehingga dapat
digunakan dalam pembelajaran fisika.
Media video kejadian fisika
dalam pembelajaran fisika yakni melalui
media video yang mengandung konsep
fisika, diharapkan siswa dapat
menguasai konsep fisika yang bersifat
verbal dan melalui media ini siswa juga
dapat mengetahui proses atau peristiwa
fisika yang terjadi, dengan demikian
pembelajaran nantinya dapat membuat
siswa menggunakan kemampuannya
secara optimal berdasarkan tayangan
video kejadian fisika tersebut dan siswa menjadi lebih termotivasi pada pelajaran
fisika. Selain itu dengan video kejadian
fisika ini diharapkan dapat membuat
siswa menjadi aktif bertanya, menjawab
pertanyaan guru, berdiskusi dan
sebagainya, sehingga memenuhi aspek
aktif.
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbedaan
hasil belajar siswa dan aktivitas belajar
siswa antara sebelum dan setelah
pembelajaran menggunakan media video
kejadian fisika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar