Rahma Sari
Selasa, 28 November 2023
LISTRIK STATIS
C. Rumus Listrik Statis
Selasa, 20 Juni 2023
Teori Kinetik Gas
Pada pertengahan abad yang ke-19, ilmuwan mengembangkan sebuah teori baru yang digunakan untuk menggantikan teori kalorik. Teori tersebut berdasarkan pada anggapan bahwa zat disusun oleh sebuah partikel yang sangat kecil dan selalu bergerak. Binyu dari teori tersebut yaitu: “Dalam benda yang panas, partikel-partikel bergerak lebih cepat dan karena itu memiliki energi yang lebih besar daripada partikel-partikel dalam benda yang lebih dingin.” Teori kinetik gas berusaha untuk menjelaskan mengenai sifat-sifat gas, seperti misalnya tekanan, suhu, ataupun volume, dengan cara memperhatikan komposisi molekuler mereka dan gerakannya.
Intinya, teori yang satu ini menyatakan bahwa tekanan tidaklah disebabkan oleh denyut-denyut statis yang ada diantara molekul, seperti yang diduga oleh Isaac Newton. Tapi justru disebabkan oleh tumbukan antar molekul yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda. Teori kinetik gas ini juga dikenal dengan istilah teori kinetik molekular atau teori tumbukan atau teori kinetik.
Pengertian Teori Kinetik Gas
Postulat Teori Kinetik Gas
2. Jumlah molekul yang sangat banyak tersebut menjadikan perlakukan statistik dapat diterapkan.
3. Molekul akan bergerak dengan acak dan konstan, dimana partikel tersebut bergerak secara cepat, konstan, dan acak sehingga nantinya akan saling bertabrakan dengan dinding.
4. Tumbukan partikel terhadap dinding ini bersifat lenting sempurna.
5. Interaksi molekul dapat tidak dianggap.
6. Volume molekul gas ini bisa diabaikan bila dibandingkan dengan volume wadahnya.
7. Subu dari sistem ini merupakan salah satu yang menyebabkan pengaruh energi kinteik partikel gas.
8. Efek-efek Mekanika kuantum bisa diabaikan.
9. Berbagai efek relativistik bisa diabaikan.
10. Waktu terjadinya tumbukan dapat diabaikan karena nilainya berbanding lurus dengan waktu tumbukan.
11. Waktu berbanding terbalik terhadap persamaan gerak molekul.
Pengertian Gas Ideal
Gas ideal merupakan sekelompok partikel gas yang tidak saling berinteraksi satu sama lainnya. Itu artinya, jarak antar partikel gas ideal sangat berjauhan dan bergerak dengan acak. Berikut ini adalah sifat-sifat gas ideal:1. Jumlah partikelnya banyak.
2. Tidak ada interaksi antar partikel atau tidak ada gaya tarik menarik yang terjadi antar partikel.
3. Apabila dibandingkan dengan ukuran ruangan, ukuran partikel gas ideal ini dapat diabaikan.
4. Tumbukan yang terjadi antara partikel gas dan juga dinding ruangan adalah tumbukan lenting sempurna.
5. Partikel gas tersebar secara merata di dalam ruangan.
6. Partikel gas akan bergerak secara acak ke semua arah.
7. Berlaku Hukum Newton mengenai gerak.
8. Energi kinetik rata-rata molekul gas sebanding dengan suhu mutlaknya.
1. Jumlah partikelnya banyak.
2. Tidak ada interaksi antar partikel atau tidak ada gaya tarik menarik yang terjadi antar partikel.
3. Apabila dibandingkan dengan ukuran ruangan, ukuran partikel gas ideal ini dapat diabaikan.
4. Tumbukan yang terjadi antara partikel gas dan juga dinding ruangan adalah tumbukan lenting sempurna.
5. Partikel gas tersebar secara merata di dalam ruangan.
6. Partikel gas akan bergerak secara acak ke semua arah.
7. Berlaku Hukum Newton mengenai gerak.
8. Energi kinetik rata-rata molekul gas sebanding dengan suhu mutlaknya.
Persamaan Keadaan Gas Ideal
1. Hukum Boyle
3. Hukum Gay-Lussac
1. Tekanan
Tekanan bisa dijelaskan oleh teori kinetik sebagai kemunculan dari adanya gaya yang dihasilkan oleh molekul-molekul gas yang menabrak dinding wadah. Rumus : P = F/A = Nmv2rms/3Al
2. Suhu dan Energi Kinetik
Berangkat dari hukum gas ideal, kita bisa menjelaskan mengenai faktor suhu dan juga energi kinetik dari teori kinetik gas, yakni: PV = NkBT
Dimana B merupakan konstanta boltzman dan T merupakan suhu absolut. Dari persamaan di atas, kita bisa merumuskan menjadi. PV = Nmv2rms / 3
3. Banyak Tumbukan pada Dinding
Jumlah tumbukan atom terhadap dinding wadah tiap satuan luas tiap satuan waktu bisa kita ketahui. Dari asumsi gas ideal tersebut menghasilkan persamaan sebagai berikut: A = N vavg / 4V
4. Laju RMS Molekul
Energi Kinetik Gas Ideal
Energi kinetik gas ideal disebabkan oleh adanya gerakan partikel gas yang ada di dalam sebuah ruangan. Gas akan selalu bergerak dengan kecepatan tertentu. Kecepatan itulah yang nantinya akan berpengaruh pada energi kinetik gas. Rumus :
Keterangan:
n = jumlah mol gas (mol); dan
R = tetapan gas ideal (8,314 J/mol.K).
Konsep Pembelajaran Fisika
Konsep Pembelajaran Fisika
Dalam pembelajaran fisika diperlukan pemahaman dan penguasaan materi terutama teori. Suatu teori dalam fisika harus dapat diperiksa kebenarannya dengan eksperimen, yang harus memberi hasil yang sama dalam batas ketelitiannya bila diulang pada keadaan yang sama, seperti teori yang lebih khusus.
- Objek penbicaraannya abstrak
- Pembahasannya mengandalkan tata nalar
- Pengertian/konsep atau pernyataan/sifat sangat jelas berjenjang sehingga terjaga konsistensinya
- Melibatkan perhitungan/pengerjaan (operasi)
- Dapat dialihgunakan dalam berbagai aspek keilmuan maupun kehidupan sehari-hari
Konsep materi fisika yang menggunakan konsep matematika antara lain:
1. Pengukuran
Materi yang berhubungan dengan pengukuran yaitu yang membahas tentang alat ukur seperti alat ukur panjang, alat ukur massa, dan alat ukur waktu serta membahas tentang besaran yang dibedakan menjadi arah (besaran skalar dan besaran vektor) dan dimensi (besaran pokok dan besaran turunan).
2. Pemuaian
3. Kalor
Fisika Kuantum
Fisika Kuantum merupakan sebuah ilmu yang juga seringkali disebut sebagai fisika modern. Dimana, pada umumnya jenis fisika yang kita pelajari di sekolah adalah fisika klasik atau juga yang sering disebut dengan Fisika Newtonian yang berdasarkan nama Isaac Newton yang menjadi pionir pada ilmu Fisika.
Pada berbagai penelitian terkait ilmu fisika yang satu ini, sang peneliti tidak dapat secara langsung melihat objek yang ia teliti, namun hanya bisa merasakan kehadirannya melalui besaran ukuran tertentu yang dapat terdeteksi.
Fisika kuantum juga kadang kali disebut dengan mekanika kuantum atau yang juga dikenal sebagai teori medan kuantum. Fisika kuantum sendiri merupakan ilmu yang mengkaji berbagai benda yang berukuran sangat kecil yang menjadi penyusun alam semesta.
Pioneer Fisika Kuantum
Teori Fisika Kuantum
Teori fisika kuantum sendiri muncul karena adanya berbagai fenomena yang tidak sesuai dengan gagasan yang ada pada fisika klasik. Melalui hal tersebut, para ahli fisika kuantum mendapat kesimpulan terkait teori ini, sebagai berikut.
- Semua benda yang ada di dalam alam semesta merupakan sebuah kumpulan molekul yang terdiri dari kumpulan atom. Semua benda yang dapat dilihat secara fisik ini tidak lain adalah energi yang bergetar. Fenomena itulah yang menyebabkan berbagai benda tersebut seakan nyata, dimana pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar.
- Benda yang ada pada alam semesta berasal dari ruang hampa dan merupakan sebuah energi yang tampak dan juga bergetar.
- Para ilmuwan fisika kuantum juga menyebutkan bahwa sebuah realitas yang nyata hanyalah sebuah ilusi semata.
- Para ilmuwan fisika kuantum juga telah membuktikan bahwa sebuah benda bisa berada di dalam 2 dimensi berbeda di waktu yang bersamaan.
- Ketika roh dalam tubuh menguasai tubuh secara sempurna, maka di dalam diri tersebut diberlakukan hukum fisika kuantum.
- Seseorang dapat menjadi kekal atau abadi bila dapat melakukan perjalanan melalui kecepatan cahaya. Pada kecepatan cahaya tersebut, baik masa lalu, masa kini, serta masa depan bisa ada di saat yang bersamaan.
- Kesadaran kuantum adalah sebuah teori kesadaran dimana semua orang yang ada dan segala hal yang ada di alam semesta saling berhubungan antara satu sama lain atau memiliki suatu keterhubungan. Hal ini dinyatakan berdasarkan fakta bahwa medan kuantum bisa menjangkau segala hal.
- Lazan mengemukakan pendapatnya mengenai beberapa alam semesta yang secara bersamaan dapat hadir. Hal ini memiliki arti bahwa orang yang telah mati dan juga orang yang bepergian menggunakan terowongan yang sama, maka akan berakhir pada dunia yang sama dengan yang dihuninya sebelumnya, hal ini juga dapat disebut dengan reinkarnasi. Lazan juga menambahkan pendapatnya, bahwa dunia tidak berakhir ketika tubuh seseorang mati.
- Teori biosentrisme yang ada menyatakan bahwa tubuh manusia bisa mati, namun kesadaran yang ada akan selalu ada atau abadi. Hal ini memiliki makna bahwa kematian kesadaran tidaklah ada.
- Interaksi yang dilakukan antara sesama makhluk hidup dapat mempengaruhi segala hal yang ada di alam semesta.
Penerapan Fisika Kuantum
Selain komputer kuantum, terdapat pula hasil observasi lubang hitam atau black hole yang dilakukan pertama kalinya dan pada saat itu viral. Lubang hitam atau black hole sendiri merupakan sebuah singularitas yang tidak dapat dijelaskan melalui fisika klasik. Dengan adanya bantuan fisika kuantum, fenomena yang terjadi tersebut dapat lebih dijelaskan.
Fakta Menarik Terkait Fisika Kuantum
1. Dunia fisika kuantum tidaklah mulus
2. Gelombang dan partikel merupakan suatu hal lumrah dalam dunia fisika kuantum
3. Satu objek di dua tempat pada waktu bersamaan bukanlah hal mustahil
4. Multiverse menjadi mungkin dalam fisika kuantum
5. Ilmu fisika yang membantu dalam memahami bintang
Pengertian Fisika Beserta Manfaat dan Tujuannya
Pengertian Fisika
Fisika adalah ilmu dalam sains yang mempelajari gejala-gejala alam dari segi materi dan energinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) daring, fisika juga diartikan sebagai ilmu tentang zat dan energi, seperti panas, cahaya, dan bunyi.Dilansir e-Jurnal milik uny.ac.id, fisika adalah suatu ilmu pengetahuan yang menggambarkan usaha, temuan, wawasan, dan kearifan yang bersifat kolektif dari umat manusia. Oleh karena itu, mempelajari fisika sangat penting dalam perkembangan dunia di masa depan.
Mengutip buku Penilaian Hasil Belajar Fisika oleh Mundilarto, fisika merupakan ilmu dasar yang memiliki karakteristik yang mencakup bangun ilmu. Fisika terdiri atas fakta, konsep, prinsip, hukum, postulat, teori, serta metodologi keilmuan. Bisa dibilang, fisika adalah ilmu yang terbentuk melalui prosedur baku atau biasa disebut sebagai metode ilmiah.
Tujuan Belajar Fisika
Menurut e-Jurnal dari unej.ac.id, tujuan utama pembelajaran fisika adalah untuk membekali para siswa dengan pengetahuan. Selain itu, fisika dapat membantu para murid dalam memahami dan meningkatkan kemampuan tentang ilmu pengetahuan serta teknologi.
Fisika merupakan mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman mendalam daripada sekadar menghafal rumus. Oleh sebab itu, pemahaman ilmu fisika dititikberatkan pada proses terbentuknya pengetahuan melalui penemuan, penyajian data secara sistematis, dan berdasarkan aturan tertentu, sehingga dalam mempelajarinya perlu aturan khusus.
Hakikat Fisika
Sementara itu, fisika secara prosesnya adalah cara bagaimana produk tersebut dapat ditemukan lebih lanjut dalam mengaplikasikan produk-produk tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, fisika sebagai sikap yakni setiap langkah dalam proses membutuhkan sikap ilmiah yang baik.
Ciri-ciri Hakikat Fisika
Perlu diketahui, hakikat fisika memiliki sejumlah ciri-ciri khusus.1. Mempunyai hasil kajian yang objektif sehingga dapat diterima oleh masyarakat.
2. Menghasilkan hukum-hukum terbaru setelah melalui berbagai percobaan ilmiah.
3. Objek yang dilakukan pengkajian merupakan benda nyata atau konkret yang sesuai dengan bentuk fisik dan sifatnya.
4. Penelitian dan pengamatan dapat dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
Dalam ilmu fisika, digunakan cara berpikir yang konsisten dan logis.
Manfaat Fisika dalam Kehidupan
Berikut sejumlah manfaat mempelajari dan menerapkan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari:
Pekerjaan manusia menjadi ringan karena adanya penerapan ilmu fisika yang diaplikasikan dalam teknologi canggih.
1. Membantu manusia dalam membuat penemuan baru.
2. Dapat melatih manusia dalam menyelesaikan permasalahan dengan berpikir rasional.
3. Menciptakan inovasi baru yang bermanfaat di masa depan.
4. Turut membantu mengembangkan ilmu lain yang terkait dengan fisika.
Multirepresentasi dalam Pembelajaran Fisika
Multirepresentasi Pembelajaran Fisika
selama ini fisika lebih banyak diajarkan melalui rumus-rumus matematik, dengan sedikit
sekali mengajarkan makna fisis dari rumus-rumus tersebut. Padahal matematik hanyalah
salah satu format representasi. Representasirepresentasi lain yakni representasi verbal,
gambar atau diagram, dan representasi grafik masih sedikit sekali digunakan dalam
pembelajaran.
Bantuan pendekatan multirepresentasi dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan proses dan evaluasi pembelajaran fisika. Beberapa fitur multirepresentasi dalam pembelajaran fisika memberikan dampak yang signifikan pada laur pembelajaran fisika. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif peranan pendekatan multirepresentasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika secara komprehensif. Secara khusus kajian penelitian ini adalah pendekatan multirepresentasi dapat terintegrasi ke dalam beberapa model, media, strategi dan metode pembelajaran. Fisika serta pengaruhnya terhadap kemampuan kognitif mulai dari level rendah hingga level tinggi. Â Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian Pustaka dengan berbagai sumber berupa artikel jurnal dan beberapa literatur lainnya. Hasil review sumber referensi menunjukan bahwa pendekatan multirepresentasi dapat dintegrasikan pada beberapa model, media, strategi, metode, dan pendekatan pada pembelajaran fisika sehingga mampu meningkatkan beberapa kemampuan kognitif seperti kemampuan pemecahan masalah, argumentasi, pemahaman konsep fisika siswa.
Hukum Newton adalah satu diantara materi fisika yang membutuhkan multirepresentasi untuk pemecahan masalahnya. Materi hukum Newton memerlukan kemampuan pemecahan masalah yang kompleks, artinya siswa tidak hanya menghapalkan rumus, namun siswa harus mengembangkan kemampuan multirepresentasinya secara gambar, diagram dan matematis. Akan menjadi kesulitan siswa untuk menyelesaikan soal-soal fisika pada materi hukum Newton ini jika mereka tidak kuat dalam merepresentasikan konsep-konsepnya menjadi berbagai bentuk.
Kemampuan multirepresentasi adalah kemampuan menginterpretasikan dan menerapkan berbagai representasi dalam menjelaskan konsep fisika maupun permasalahan dalam fisika (Kohl dan Noah, 2006). Etkina (2010) pernah membuat rubrik penilaian terhadap kemampuan merepresentasikan suatu permasalahan fisika oleh siswa ke dalam banyak cara. Terdapat empat kemampuan merepresentasikan informasi yaitu; kemampuan mengekstrak informasi, kemampuan membentuk representasi baru dari representasirepresentasi sebelumnya, kemampuan mengevaluasi konsistensi dari representasi yang berbeda dan kemampuan menggunakan representasi-representasi dalam memecahkan masalah.
Featured Post
LISTRIK STATIS
LISTRIK STATIS A. Pengertian Listrik Statis Listrik statis adalah keadaan di mana muatan listrik terakumulasi pada suatu objek tanpa m...














